David Copperfield II” karya Charles Dickens adalah sebuah novel yang ditulis pada akhir abad ke-19. Ceritanya mengikuti pengalaman hidup dan refleksi David Copperfield, sambil mengeksplorasi tema-tema cinta, kehilangan, dan pertumbuhan pribadi saat ia menjalani berbagai kompleksitas dalam hubungan manusia maupun masyarakat. Kisah ini dibangun melalui perjalanan introspektif David, dengan fokus utama pada hubungannya dengan orang-orang penting dalam hidupnya, termasuk teman-teman dan keluarganya. Awal cerita sudah menetapkan nuansa yang mendalam; David merenungkan kerumitan perasaannya terhadap Steerforth, seorang teman yang tindakannya telah menyebabkan penderitaan baginya maupun orang lain. Narasi ini menggambarkan dengan jelas suasana emosional yang muncul akibat tragedi yang menimpa Steerforth dan Em’ly, sehingga membangkitkan perasaan duka dan kerinduan yang belum terpenuhi. Saat David menghadapi dampak kehilangan ini terhadap orang-orang yang dicintainya—termasuk Tuan Peggotty dan Ham—ia berjuang melawan beban kenangan serta ketidakpastian perubahan hidup, sekaligus menyiratkan tantangan-tantangan yang akan dihadapinya dalam perjalanan pencarian jati diri dan upayanya untuk membantu orang lain.