Petualangan Alice di Negeri Ajaib” karya Lewis Carroll merupakan novel klasik yang ditulis pada era Victoria. Cerita fantasi ini menceritakan kisah seorang gadis muda bernama Alice yang memulai perjalanan luar biasa ke sebuah dunia penuh karakter aneh dan situasi absurd. Buku ini membahas tema-tema tentang identitas, rasa ingin tahu, serta sifat dinamisnya realitas, sehingga menjadi karya abadi yang terus memikat pembaca dari segala usia. Kisah dimulai ketika Alice, yang merasa bosan dan mengantuk saat duduk bersama saudarinya, mengikuti seekor Kelinci Putih yang tergesa-gesa ke dalam sebuah lubang ajaib, yang membawanya ke Negeri Ajaib. Sepanjang perjalanannya, ia bertemu dengan berbagai karakter aneh, seperti Ulat yang sinis, Kucing Cheshire yang tersenyum lebar, serta Si Topi Gila yang melakukan pesta teh yang kacau balau. Saat menghadapi berbagai tantangan dan situasi lucu tersebut, ukuran tubuh Alice terus berubah akibat makanan dan minuman ajaib, yang mencerminkan perasaan kebingungannya tentang identitas dirinya. Pada akhirnya, petualangannya berujung pada sebuah persidangan yang konyol terkait sepotong tart yang dicuri, di mana Alice membela diri melawan otoritas yang tidak masuk akal dari Ratu Hati. Sifat fantasi dari cerita ini mendorong pembaca untuk memanfaatkan imajinasi mereka dan mengeksplorasi kompleksitas proses tumbuh dewasa serta pencarian jati diri.
Halaman Wikipedia tentang buku ini: en.wikipedia.org/wiki/Alice%27s_Adventures_in_Wonderland Ringkasan: Proyek Gutenberg memiliki beberapa edisi dari e-book ini: #19002 (Ilustrasi hitam-putih), #19033 (Ilustrasi berwarna dan hitam-putih), serta #28885 (Ilustrasi berwarna dan hitam-putih).