“The Sleeping Beauty” karya C. S. Evans adalah dongeng klasik yang diadaptasi dari cerita tradisional dan diterbitkan pada awal abad ke-20. Buku bergambar ini menghidupkan kisah memikat tentang seorang putri muda bernama Briar-Rose, yang dikutuk oleh seorang peri pendendam untuk tertidur lelap pada ulang tahunnya yang kelima belas. Narasinya berpusat pada tema cinta, takdir, serta kontras antara suka dan duka yang lazim dalam dongeng. Cerita ini dimulai dengan seorang raja dan ratu yang, setelah bertahun-tahun mendambakan seorang anak, merayakan kelahiran putri mereka yang cantik, Briar-Rose. Saat pembaptisannya, 12 ibu peri menganugerahinya kecantikan, kebijaksanaan, dan keanggunan. Namun, pengabaian terhadap peri ketiga belas menimbulkan kutukan berat: Briar-Rose akan menusuk jarinya pada sebuah gelendong dan tertidur lelap. Meskipun sang raja berusaha menyingkirkan semua roda pemintal, ramalan itu tetap terjadi ketika pada ulang tahunnya yang kelima belas ia bertemu seorang perempuan tua, yang berujung pada tidur dalam pesona selama satu abad. Pada akhirnya, seorang pangeran pemberani menemukan sang putri yang tertidur, membangunkannya dengan ciuman, dan mematahkan kutukan tersebut, sehingga mendatangkan kebahagiaan dan perayaan di kerajaan yang kembali terjaga. Kisah ini berakhir dengan janji cinta dan terjalinnya dua takdir.