“Trois femmes” karya Pierre Mille adalah sebuah novel yang ditulis pada awal abad ke-20. Cerita ini mengeksplorasi tema-tema kompleks tentang pernikahan, perceraian, dan harapan keluarga, khususnya melalui tokoh Berthe Wilden, yang menghadapi situasi genting bersama suaminya, Jacques. Buku ini mengupas pergulatannya dengan cinta, tradisi, dan tekanan sosial yang melingkupi pilihan-pilihannya. Pembukaan novel memperkenalkan Berthe Wilden saat mengunjungi ayahnya, Monsieur Fauli, seorang patriark tradisional yang menjalankan rutinitas keagamaannya. Berthe mengungkapkan kekhawatirannya mengenai bisnis suaminya yang sedang mengalami kemunduran, yang menunjukkan adanya ketegangan dalam pernikahan mereka. Tanggapan Fauli mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap Jacques, dengan menyarankan perceraian sebagai solusi untuk menghindari aib keluarga. Saat Berthe bergulat dengan emosinya, termasuk rasa bersalah dan cintanya kepada Jacques, narasi mulai mengungkap dinamika antara dirinya, ayahnya, dan suaminya, membuka jalan bagi eksplorasi yang rumit tentang kesetiaan, kewajiban, serta tantangan yang dihadapi perempuan dalam menavigasi identitas dan hubungan mereka di tengah lanskap sosial yang terus berubah.