Kihlaus; Yö ja päivä” karya Aleksis Kivi merupakan kumpulan drama satu babak yang ditulis pada awal abad ke-20. Karya ini mengangkat tema-tema cinta, konflik pribadi, dan ekspektasi masyarakat, dengan fokus pada kerumitan hubungan manusia di lingkungan pedesaan Finlandia. Drama-drama ini mengeksplorasi dunia emosional para tokohnya, mengungkapkan kompleksitas hubungan antarmanusia serta konsekuensi dari norma-norma sosial yang berlaku. Dalam “Kihlaus”, cerita berpusat pada Aapeli, seorang pria yang sedang mempersiapkan pertunangannya dengan Eeva. Dialog dalam drama ini berlangsung di lingkungan yang dinamis; Aapeli dan teman-temannya berusaha menghadapi perasaan mereka sendiri serta tekanan masyarakat, sementara Eeva merasa ragu-ragu untuk meninggalkan kehidupan lamanya bersama majikannya yang kaya raya. Ketegangan antar tokoh-tokoh ini memperdalam kritik terhadap dinamika hubungan cinta dan perbedaan kelas sosial, sehingga Aapeli semakin merasa tidak yakin dengan keputusannya untuk menikahi Eeva. Sementara itu, “Yö ja päivä” mengisahkan keluarga Mannila dan Keimo, serta mengeksplorasi tema persaingan dan rekonsiliasi ketika seorang putri yang tunanetra akhirnya dapat melihat kembali, sehingga permusuhan lama antara kedua keluarga tersebut terpaksa dihadapi. Melalui narasi-narasi yang saling terkait ini, Kivi berhasil menggambarkan esensi emosi manusia serta potensi perubahan di tengah konflik yang sudah berakar dalam masyarakat.