Konsolasi Filsafat” karya Boethius merupakan karya filsafat yang ditulis pada tahun 523 saat ia dipenjara dan menunggu hukuman mati karena pengkhianatan. Dalam dialog ini antara penulis yang terancam hukuman mati tersebut dengan “Nyonya Filsafat” yang diwujudkan dalam bentuk figur abstrak, Boethius membahas bagaimana kebahagiaan masih bisa dicapai meski seseorang mengalami kesulitan, mengapa kejahatan tetap ada di dunia yang dikelola oleh Tuhan, serta hubungan antara takdir dan kehendak bebas. Dengan menggabungkan pemikiran filsafat Yunani klasik dengan tema-tema spiritual yang universal, karya ini menjadi salah satu teks paling berpengaruh pada Abad Pertengahan, sekaligus menjadi jembatan penghubung antara pemikiran kuno dan ajaran Kristen di zaman tersebut.
Halaman Wikipedia tentang buku ini: en.wikipedia.org/wiki/On_the_Consolation_of_Philosophy