Dialogues of the Dead” karya Lord George Lyttelton merupakan karya filosofis yang terdiri dari serangkaian dialog yang ditulis pada abad ke-18. Kumpulan ini menggunakan format dramatis untuk mengeksplorasi kebenaran abadi mengenai eksistensi manusia, kebajikan, dan politik, melalui percakapan antara tokoh-tokoh sejarah dan legendaris seperti Lord Falkland dan Mr. Hampden. Dialog-dialog tersebut mencerminkan refleksi tentang nilai-nilai moral dan kerumitan sifat manusia, sehingga mendorong pembaca untuk merenungkan implikasi moral dari tindakan dan keyakinan mereka sendiri. Pembukaan teks memperkenalkan dialog pertama antara Lord Falkland dan Mr. Hampden, yang membahas pandangan mereka mengenai gejolak sosial pada masa itu serta konsekuensi moral dari tindakan mereka dalam mendukung sistem monarki atau republik. Mereka mendiskusikan tema kesetiaan, kebajikan, dan akibat tragis dari perjuangan politik mereka, sekaligus menunjukkan bagaimana keyakinan pribadi dan politik dapat saling terkait, sehingga menghasilkan konsekuensi yang mendalam dalam kehidupan manusia. Melalui percakapan tersebut, penulis membuka jalan untuk analisis lebih mendalam mengenai dilema etis yang dihadapi oleh orang-orang yang berkuasa, sekaligus mengajak pembaca untuk mempertimbangkan relevansi diskusi-diskusi ini dalam kehidupan mereka sendiri.
Dialog-dialog dalam bagian XXVI hingga XXVIII ditulis oleh Elizabeth Montagu.