Beauty and the Beast” karya Anonymous merupakan cerita dongeng klasik yang dapat dikategorikan sebagai cerita anak-anak, dan kemungkinan besar ditulis pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Cerita ini membahas tema-tema cinta, pengorbanan, dan perubahan diri, dengan fokus pada seorang gadis muda bernama Beauty yang terjebak di sebuah kastil ajaib bersama seekor binatang buas. Narasi ini menekankan pentingnya melihat lebih jauh dari penampilan luar dan memahami esensi sebenarnya dari karakter serta situasi mereka. Cerita dimulai ketika ayah Beauty bertemu dengan sang binatang buas setelah memetik sebuah mawar dari taman ajaibnya untuk putrinya. Demi menyelamatkan ayahnya, Beauty dengan berani setuju tinggal di kastil sang binatang buas, di mana ia menemukan sebuah dunia yang penuh keajaiban sekaligus kesedihan yang mendalam. Seiring waktu, Beauty belajar untuk melihat melebihi penampilan menakutkan sang binatang buas dan menemukan sifat lembutnya serta kutukan tragis yang dialaminya. Ketika diberi kesempatan untuk pergi dan kembali ke keluarganya, Beauty harus berjuang dengan perasaannya terhadap sang binatang buas. Akhirnya, karena cinta dan kesetiaannya, sang binatang buas berubah menjadi seorang pangeran yang tampan, saat ia memahami makna sejati dari cinta. Cerita ini diakhiri dengan pernikahan mereka yang bahagia, menyampaikan pesan bahwa keindahan yang sebenarnya terletak di dalam diri seseorang itu sendiri.