Mark Twain: Tiga Cerita Pendek” karya Mark Twain merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulis pada akhir abad ke-19. Buku ini terdiri atas tiga cerita yang masing-masing membahas berbagai tema, seperti petualangan, upaya bertahan hidup, dan sifat-sifat unik manusia. Karya Twain dikenal akan kecerdasan penulisannya serta komentarnya tentang masyarakat, sehingga tetap relevan baik bagi pembaca di zamannya maupun pembaca modern. Ketiga cerita dalam kumpulan ini adalah: “La Amaventuro de la Eskimoa Frauxlino” (Kisah Cinta Seorang Gadis Eskimo), “Kanibalismo en la Vagonoj” (Kanibalisme di Kereta Api), dan “Bonsxanco” (Keberuntungan). Dalam “La Amaventuro de la Eskimoa Frauxlino”, seorang gadis Eskimo menceritakan kerinduannya akan cinta, namun perasaannya terhalang oleh status sosial ayahnya yang tinggi. Cerita ini berlatar di lanskap Arktik yang indah namun keras, dan menggambarkan kontras antara keinginannya akan kasih sayang sejati dengan kemewahan materi yang dimilikinya. “Kanibalismo en la Vagonoj” menceritakan kisah menyeramkan tentang sekelompok penumpang yang terperangkap di dalam kereta api saat badai salju; situasi darurat memaksa mereka untuk mengambil keputusan-keputusan yang sangat berat. Sedangkan “Bonsxanco” membahas tema keberuntungan dan takdir melalui kisah seorang pria yang berhasil meraih kesuksesan meskipun tampaknya tidak memiliki bakat apa-apa. Setiap cerita dalam kumpulan ini menunjukkan kecerdasan observasi Twain serta kemampuannya dalam menggambarkan kerumitan pengalaman manusia.