“De Vurige Oven: Een verhaal uit den tijd der dragonades in Nederland” karya J. A. Wormser adalah sebuah novel sejarah yang ditulis pada awal abad ke-20. Buku ini mengupas peristiwa-peristiwa seputar penganiayaan agama di Belanda selama tahun 1830-an, dengan fokus khusus pada tantangan yang dihadapi kaum Afgescheidenen (Separatis) ketika mereka berusaha menjalani kehidupan di tengah lingkungan yang tidak bersahabat. Tokoh-tokoh utamanya meliputi Klaas Beukman, seorang petani, dan Huibert Jacobus Buddingh, seorang pendeta, yang menunjukkan eksplorasi mendalam tentang iman, komunitas, serta perjuangan melawan mekanisme negara yang menindas. Bagian pembuka novel berlatar pada suatu pagi musim panas di tahun 1836, ketika Klaas Beukman bersiap mengantar pendeta muda Buddingh, yang datang untuk memimpin sebuah pertemuan keagamaan. Saat mereka diam-diam melakukan perjalanan untuk menghindari pihak berwenang setempat, menjadi jelas bahwa iman mereka membuat mereka dipandang sebagai penjahat, yang menyoroti ketegangan antara keyakinan pribadi dan hukum masyarakat. Perjalanan mereka mencerminkan konflik yang lebih luas yang dihadapi komunitas Afgescheiden, yang berusaha mempertahankan keyakinan mereka di tengah pemberlakuan denda berat dan berbagai pembatasan oleh pemerintah. Bagian awal ini secara efektif memperkenalkan tema penganiayaan dan perlawanan, mengundang pembaca untuk menyelami persoalan sosial yang lebih dalam mengenai iman dan kebebasan yang dieksplorasi dalam kisah ini.