“Les derniers Hommes Rouges: Roman d'aventures” karya Pierre Maël adalah novel petualangan historis yang ditulis pada akhir abad ke-19. Narasinya berpusat pada dua tokoh utama: seorang pemuda bernama Georges Vernant dan seorang Indian bernama Wagha-na, yang melakukan perjalanan melintasi padang-padang rumput Kanada yang luas sembari merenungkan keadaan budaya dan warisan penduduk asli Amerika yang kian merosot. Kisah ini mengeksplorasi tema persahabatan, pelestarian budaya, serta dampak peradaban terhadap tanah masyarakat adat. Pembukaan novel ini memperkenalkan lanskap yang indah, tempat kedua penunggang kuda melintasi padang rumput. Dalam perjalanan, mereka terlibat dalam percakapan mendalam mengenai keadaan alam, kehancuran yang akan segera ditimbulkan oleh peradaban, serta warisan bangsa Wagha-na. Dialog tersebut mengungkap latar belakang dan filosofi mereka yang kontras, dengan Wagha-na meratapi hilangnya budayanya sekaligus menunjukkan pemahaman dan penghargaan yang mendalam terhadap warisannya maupun dunia baru. Bab ini membangun suasana reflektif, menyoroti pentingnya perjalanan mereka dan mengisyaratkan tantangan yang mungkin mereka hadapi di depan. Kemunculan tokoh-tokoh lain, termasuk Maddalen Kerlo yang menonjol, mengisyaratkan perkembangan lebih lanjut dalam petualangan mereka.