“Le loup blanc” karya Paul Féval adalah novel sejarah yang ditulis pada awal abad ke-19. Kisahnya berpusat pada tokoh Nicolas Treml de La Tremlays, seorang bangsawan Breton yang teguh dan bangga, ketika ia menghadapi dampak kematian putranya serta ketegangan yang kian meningkat di Bretagne terkait pajak kerajaan dan penguasaan wilayah. Novel ini menjadi landasan bagi kisah tentang kesetiaan, perlawanan terhadap penindasan, dan pentingnya warisan dalam konteks pergolakan politik. Pembukaan “Le loup blanc” memperkenalkan lanskap dan latar belakang sejarah Bretagne pada abad ke-18, menggambarkan kemunduran hutan-hutannya yang dahulu megah serta tradisi-tradisi bangsawannya. Novel ini menggambarkan tokoh Nicolas Treml, yang digerakkan oleh patriotisme yang berkobar dan tekad untuk melindungi warisan keluarganya dari kekuasaan Prancis yang semakin merangsek. Pikirannya dipenuhi kecemasan atas kesejahteraan cucu lelakinya yang masih muda, Georges, yang dikhawatirkannya dapat menjadi korban ambisi sepupunya, Hervé de Vaunoy. Ketika Treml bersiap menghadapi perjalanan yang penuh ketidakpastian, kita menyaksikan perpisahan emosionalnya dengan warisannya sekaligus dengan masa depan keluarganya yang masih murni, yang menetapkan nuansa bagi tema kesetiaan, cinta, dan konflik yang kian mendekat dan akan berkembang sepanjang novel.