The Red Record” karya Ida B. Wells-Barnett merupakan catatan sejarah yang ditulis pada akhir abad ke-19. Karya ini memberikan analisis yang mendalam dan menyedihkan mengenai praktik lynching di Amerika Serikat, terutama dampaknya terhadap komunitas Afrika-Amerika di wilayah Selatan. Teks tersebut mengumpulkan dan menganalisis data statistik terkait insiden lynching, meneliti alasan-alasan yang digunakan untuk membenarkan tindakan tersebut, serta memberikan komentar tentang implikasi sosial dan prasangka rasial yang melandasi praktik ini pada masa itu. Pembukaan buku ini menjelaskan konteks penyelidikan yang dilakukan oleh Wells-Barnett, mengungkapkan sikap ketidakpedulian masyarakat Amerika terhadap tindakan lynching yang telah menjadi hal yang sangat umum terjadi pada tahun 1894. Dalam kata pengantar buku ini, surat-surat dari tokoh-tokoh terkenal seperti Frederick Douglass menekankan pentingnya karya tersebut dalam mengungkapkan ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang kulit hitam, mengingat jumlah pembunuhan yang terjadi tanpa proses hukum yang sangat besar pada masa itu. Bab-bab awal buku ini juga menjelaskan berbagai alasan yang secara historis digunakan oleh orang-orang kulit putih di wilayah Selatan untuk membenarkan tindakan kekerasan rasial tersebut, serta menggali konsep-konsep tentang kekerasan rasial, keterlibatan masyarakat dalam tindakan tersebut, dan sistem penindasan yang telah tertanam begitu dalam sehingga tidak hanya memungkinkan, tetapi juga secara efektif mendorong terjadinya tindakan-tindakan ilegal semacam itu.