Le monsieur au parapluie” karya Jules Moinaux adalah sebuah novel yang ditulis pada akhir abad ke-19. Ceritanya berlatar di Paris dan menceritakan serangkaian pertemuan yang penuh humor sekaligus romansa pada hari hujan. Tokoh utama dalam novel ini, Bengali, adalah seorang pemuda yang ceria dan energik; ia mengalami berbagai kejadian lucu serta interaksi dengan berbagai orang, termasuk seorang wanita muda yang menarik bernama Georgette. Ia berusaha memikat hati Georgette dengan alasan memberikan perlindungan dari hujan. Di awal novel, kita diperkenalkan pada suasana Paris yang ramai dan penuh kekacauan saat orang-orang berusaha menghindari hujan lebat. Bengali diperkenalkan saat ia berinteraksi dengan seorang concierge yang panik serta karakter-karakter lain yang juga berusaha tetap kering. Narasi novel ini diisi dengan dialog dan pengamatan yang cerdas tentang masyarakat, cinta, dan kondisi manusia; hal tersebut menyoroti upaya Bengali yang santai namun penuh humor untuk memenangkan perhatian Georgette, serta perspektifnya yang menggemaskan terhadap situasi-situasi di sekitarnya. Pembukaan novel ini menciptakan suasana yang ceria dan menjanjikan kombinasi antara komedi dan romansa, saat Bengali berusaha mendekati Georgette di tengah kekacauan kehidupan perkotaan di Paris yang basah kuyup akibat hujan.