“Le dernier chevalier” karya Paul Féval adalah novel sejarah yang ditulis pada pertengahan abad ke-19. Kisahnya berlatar Prancis abad ke-18, pada masa pemerintahan Louis XV, dan memperkenalkan tokoh-tokoh seperti Tuan Joseph Dupleix dan Tuan Nicolas, yang kehidupannya saling terkait dengan intrik sosial-politik pada zaman itu. Novel ini kemungkinan berkisar pada tema kesatriaan, kehormatan, dan kompleksitas kesetiaan di tengah ancaman revolusi yang kian membayangi serta konflik-konflik asing. Pada awal cerita, kita dibawa ke sebuah suasana Paris yang ditandai oleh penyakit di istana kerajaan dan ketegangan politik. Bagian pembuka memperkenalkan tokoh-tokoh penting seperti Tuan Joseph, sosok terpandang tetapi tertekan, dan pendamping mudanya, Tuan Nicolas, yang membantu dalam drama yang sedang berkembang. Sebuah insiden yang mengagumkan sekaligus tragis terjadi ketika Tuan Joseph ditemukan bersama mayat di tempat tinggalnya, mengisyaratkan adanya konspirasi yang lebih dalam dan perebutan kekuasaan yang akan menjerumuskan mereka berdua ke dalam petualangan-petualangan luar biasa. Seiring perkembangan kisah, tampaknya terbentuk panggung yang dipenuhi pengkhianatan, keberanian, dan perjuangan untuk merebut kembali kejayaan yang hilang di tengah pergolakan sosial dan dilema pribadi.