“Domino Perak; Atau, Bisikan Sampingan, Sosial dan Sastra” karya Marie Corelli adalah karya satir sastra yang ditulis pada akhir abad ke-19. Teks ini memadukan kritik sosial dengan pengamatan-pengamatan lucu tentang norma dan tokoh masyarakat pada zamannya, terutama dengan menyoroti kemunafikan dalam dunia sastra dan politik. Sang narator merenungkan lanskap sosial secara terus terang, memparodikan tokoh-tokoh terkenal dan mengomentari kepura-puraan yang lazim di kalangan elite. Bagian pembuka karya ini memperkenalkan seorang narator bertopeng yang memasuki suatu pertemuan sosial yang meriah, mengamati perilaku kacau para hadirin dengan campuran rasa geli dan jijik. Melalui solilokui-solilokui jenaka, sang narator mengungkapkan rasa muak terhadap kedangkalan dan kegagalan moral baik kelas atas maupun pers. Ia mempertanyakan gagasan tentang persahabatan dan permusuhan, menyinggung absurditas norma-norma sosial yang mapan, serta mengungkapkan keinginan untuk mengkritik sifat mendua zaman tersebut sambil menyamar sebagai pengamat belaka. Hal ini menjadi landasan bagi penjelajahan tema-tema seperti identitas, kebenaran, dan hakikat perilaku manusia yang sering kali menggelikan sekaligus mendalam.