“Dead Letters” karya Maurice Baring adalah kumpulan surat imajinatif yang ditulis pada awal abad ke-20. Karya ini berbentuk korespondensi fiktif yang mengambil tokoh-tokoh dan peristiwa-peristiwa bersejarah sebagai sumber ilham, serta menawarkan penjelajahan yang jenaka dan memikat atas kehidupan dan pikiran mereka, alih-alih ketepatan sejarah yang ketat. Melalui sudut pandang kreatif ini, pembaca menjumpai surat-surat dari tokoh-tokoh terkenal seperti Clytaemnestra, Cleopatra, dan Ovidius, yang dipenuhi kecerdasan dan wawasan pribadi. Bagian pembuka “Dead Letters” menghadirkan perangkat pembingkaian yang unik, dengan memperkenalkan sudut pandang pengarang mengenai hakikat korespondensi ini. Baring dengan jelas menyatakan bahwa surat-surat tersebut tidak dimaksudkan sebagai catatan sejarah, melainkan sebagai fiksi jenaka yang terilhami oleh sejarah. Surat-surat pertama menampilkan Clytaemnestra yang berkomunikasi dengan Aegisthus, menyinggung urusan rumah tangga yang diselingi petunjuk-petunjuk mengenai kisah epik Perang Troya. Pembicaraan itu menyingkap renungan pribadinya, dinamika sosial, dan konflik emosionalnya, serta memberikan sekilas gambaran yang lucu sekaligus menyentuh tentang karakternya di tengah latar sejarah yang kian mengemuka. Hal ini menjadi landasan bagi bacaan yang menyenangkan dan menantang gagasan tradisional tentang narasi sejarah.
Surat-surat imajiner dari tokoh-tokoh sejarah atau legendaris.