"Kuolemantuomitun viimeinen päivä" karya Victor Hugo adalah sebuah novel yang ditulis pada awal abad ke-19. Karya yang menggugah pikiran ini mengeksplorasi pengalaman psikologis yang mengerikan dari seorang narapidana yang dijatuhi hukuman mati, dengan berfokus pada gejolak emosional dan perenungan eksistensialnya saat menantikan eksekusi. Melalui penggambaran yang menyentuh ini, Hugo mengkritik implikasi moral hukuman mati dan struktur masyarakat yang mempertahankannya. Pada awal narasi, tokoh utama memperkenalkan dirinya sebagai seorang terpidana mati, bergulat dengan beban mengerikan dari nasib yang segera menantinya. Ia menceritakan kesehariannya yang terasa surealis di dalam tembok penjara Bicêtre, tempat monotoninya kurungan ditembus oleh pikiran tentang kematian dan kenangan singkat akan kebebasan. Saat menghadapi ketakutan dan keputusasaannya, sang narapidana merenungkan implikasi yang lebih luas dari hukumannya, mempertanyakan hakikat keadilan dan kasih sayang manusia. Bagian awal ini membangun suasana muram, mengundang pembaca untuk menyelami pertanyaan-pertanyaan filosofis mendalam tentang kehidupan, moralitas, dan kondisi manusia sembari mengikuti pergulatan batin tokoh utama.
Halaman Wikipedia tentang buku ini: fi.wikipedia.org/wiki/Kuolemaantuomitun_viimeinen_p%C3%A4iv%C3%A4