"How It Feels to Be Colored Me" karya Zora Neale Hurston adalah sebuah esai yang ditulis pada awal abad ke-20 yang mengeksplorasi tema ras, identitas, dan pengalaman pribadi. Sang penulis membagikan renungannya tentang masa kecilnya di kota Eatonville, Florida, yang seluruh penduduknya berkulit hitam, serta tentang bagaimana persepsinya terhadap dirinya sendiri berubah ketika ia pindah ke lingkungan yang mayoritas penduduknya berkulit putih. Karya Hurston menawarkan sudut pandang unik tentang kompleksitas menjadi orang kulit berwarna di Amerika, dengan menekankan kekuatan dan individualitasnya alih-alih posisi sebagai korban. Dalam narasi pribadi ini, Hurston mengisahkan masa kanak-kanaknya di Eatonville dan rasa memiliki yang ia rasakan di sana, hingga akhirnya berhadapan dengan kenyataan identitas rasial ketika memasuki masyarakat yang didominasi orang kulit putih. Saat merenungkan momen-momen yang membuatnya merasa “berkulit berwarna”, ia membandingkan pengalamannya dengan pengalaman teman-temannya yang berkulit putih, menggambarkan tantangan dan kebahagiaan warisan budayanya. Alih-alih melihat dirinya sebagai korban rasisme, ia merangkul identitasnya dengan bangga dan semangat petualangan, menyiratkan bahwa perbedaan budaya menciptakan kekayaan, bukan perpecahan. Pada akhirnya, Hurston menyampaikan pesan tentang ketangguhan, penerimaan diri, dan keyakinan bahwa identitas seseorang melampaui warna kulitnya.