“Diamantstad” karya Herman Heijermans adalah sebuah novel yang ditulis pada awal abad ke-20. Buku ini mengulas realitas kehidupan komunitas Yahudi di Amsterdam, menelaah persoalan dan pergulatan sosial yang dihadapi individu seperti Eleazar, yang kembali ke lingkungan yang telah berubah dan dipenuhi kenangan serta perasaan mendalam. Pada awal buku, Eleazar tiba di Amsterdam dengan perasaan nostalgia, tetapi harus berhadapan dengan kenyataan pahit tentang kemerosotan kota itu sejak kunjungan terakhirnya. Ia mengamati pemandangan yang dikenalnya di kawasan Yahudi, bergulat dengan perasaan suka dan duka, serta rasa getir terhadap kemiskinan yang mengakar dan kemerosotan yang mengelilinginya. Interaksinya dengan tokoh-tokoh lain, seperti orang Yahudi penyemir sepatu dan sang rabi, menyoroti kesulitan yang dialami komunitas tersebut, sekaligus mengangkat tema ketimpangan sosial dengan latar gambaran yang hidup dan komentar tajam mengenai kondisi hidup kaum miskin. Bagian pembuka ini membangun suasana yang menghantui, menjadi pertanda bagi penggalian persoalan sosial yang lebih mendalam dalam narasi.