“Schen: Kajian dari Sebuah Kota Metropolis Tiongkok” karya Fritz Secker adalah kumpulan esai yang ditulis pada awal abad ke-20. Karya ini mengkaji transformasi budaya yang berlangsung di Shanghai pada masa penting dalam sejarah Tiongkok, setelah Revolusi Xinhai. Secker menangkap nuansa masyarakat Tiongkok modern dengan memperbandingkan adat-istiadat tradisional dan pengaruh Barat yang dengan cepat merambah. Bagian pembuka buku ini membangun suasana dengan merenungkan atmosfer di Shanghai selama perayaan Tahun Baru Imlek 1912, yang bertepatan dengan perubahan politik yang signifikan. Secker mencatat berdampingannya bendera-bendera Republik yang berwarna-warni, seragam militer, dan pakaian tradisional penduduk, yang menunjukkan ketegangan budaya yang mendalam. Ia menggambarkan kehidupan kota yang semarak namun dangkal serta menekankan dampak mode Barat terhadap tradisi setempat. Melalui pengamatannya terhadap kehidupan jalanan, teater, dan festival, Secker melukiskan masyarakat yang bergulat dengan identitasnya di tengah modernisasi, seraya mengisyaratkan dampak berkepanjangan dari “Shanghaiisme” ini terhadap nilai-nilai budaya Tiongkok yang autentik.