“Van Batavia naar Atjeh, dwars door Sumatra” karya Fernand Abraham Bernard adalah catatan perjalanan yang ditulis pada akhir abad ke-19. Teks ini menyajikan penjelajahan mendetail tentang Sumatra, dengan merefleksikan bentang alam, konteks sejarah, serta unsur-unsur sosial budaya dari berbagai tempat yang ditemui penulis. Melalui deskripsi yang kaya, Bernard memberi pembaca wawasan tentang keindahan alam sekaligus sejarah kawasan yang kompleks, dengan menekankan kontras antara berbagai pergolakan di masa lalu dan ketenangan masa kini. Narasi ini dibuka dengan persiapan penulis untuk melakukan perjalanan dari Batavia, sembari mengenang pengalamannya di kota tersebut dan daerah sekitarnya. Ia merefleksikan kesannya terhadap bentang alam, ketenangan sungai dan kanal, serta pemandangan budaya yang tergambar dengan jelas dengan latar sejarah kolonial. Saat menjelajahi lingkungan yang memiliki banyak segi ini, ia menyinggung perjuangan masa lalu dan tragedi yang telah membentuk negeri tersebut, sembari menggambarkan penghargaan mendalam terhadap kehidupan beragam yang terus berkembang meskipun meninggalkan luka-luka sejarah. Nada kontemplatif penulis menegaskan makna pribadi sekaligus historis yang lebih luas dari perjalanannya, membangun suasana reflektif yang mengundang pembaca untuk menyertainya dalam perjalanan melintasi Sumatra.