Pragmatisme: Sebuah Nama Baru untuk Beberapa Cara Berpikir Lama” karya William James merupakan sebuah treatise filosofis yang ditulis pada awal abad ke-20. Karya ini bertujuan untuk mengeksplorasi gerakan pragmatisme dalam filsafat, yang berusaha menyelaraskan bukti empiris dengan masalah-masalah eksistensial yang lebih luas dalam kehidupan manusia serta sistem keyakinan mereka. Buku ini membahas dikotomi antara pemikiran rasionalis dan empirisis, dan mengusulkan bahwa pragmatisme dapat memediasi kedua pendekatan tersebut dengan menempatkan isu-isu filosofis dalam konteks konsekuensi praktis dan pengalaman manusia. Bagian pembuka buku ini berisi sebuah prakata yang menjelaskan latar belakang kuliah-kuliah yang disampaikan oleh James, serta menekankan niatnya untuk menyajikan pemahaman kolektif tentang pragmatisme tanpa menggunakan bahasa yang terlalu teknis. Dalam prakatanya, James juga menegaskan pentingnya filsafat dalam membentuk perspektif individu mengenai eksistensi, serta menyatakan keyakinannya akan dorongan alami manusia untuk mencari keterkaitan antara fakta dan idealisme. Dalam kuliah pertamanya, James menguraikan dilema filosofis yang sedang berlangsung pada masa itu, yaitu ketegangan antara orang-orang yang memiliki pemikiran yang halus (rasionalis) dan mereka yang memiliki pendekatan yang lebih praktis (empirisis). Ia juga mempertimbangkan perbedaan antara mereka yang menghargai prinsip-prinsip abstrak dan mereka yang lebih mengutamakan fakta-fakta konkret, sehingga membuka jalan bagi penjelajahannya terhadap pragmatisme sebagai sebuah kerangka pemikiran yang dapat menyatukan kedua pendekatan tersebut dalam memahami realitas.
Kelanjutan: Makna kebenaran.
The Varieties of Religious Experience: A Study in Human Nature
P
B1
The Principles of Psychology, Volume 1 (of 2)
W
B2
The Will to Believe, and Other Essays in Popular Philosophy
T
B2
Talks To Teachers On Psychology; And To Students On Some Of Life's Ideals
P
B1
Psychology: Briefer Course
P
B1
The Principles of Psychology, Volume 2 (of 2)