“The Floral Symbolism of the Great Masters” karya Elizabeth Haig merupakan kajian ilmiah tentang penggunaan simbolisme bunga dalam seni Kristen, yang ditulis pada awal abad ke-20. Buku ini mengulas bagaimana berbagai bunga digunakan untuk menyampaikan makna keagamaan dan sifat-sifat spiritual yang lebih mendalam dalam karya seni sepanjang sejarah, khususnya selama Renaisans. Buku ini bertujuan menguraikan hubungan rumit antara citra bunga dan doktrin Gereja, serta memberikan wawasan tentang bahasa visual seni sakral. Bagian pembuka karya ini memperkenalkan pembaca pada konteks historis simbolisme bunga dalam seni Kristen, dengan menekankan penggunaan awal lambang-lambang untuk menyampaikan iman, terutama pada masa penganiayaan. Uraian ini menjelaskan peralihan dari motif dekoratif sederhana dalam seni Kristen awal menuju representasi simbolis yang lebih rumit seiring dengan semakin kuatnya kedudukan Gereja, yang kemudian memicu ledakan ekspresi artistik selama Renaisans. Teks ini membahas bagaimana bunga-bunga seperti lili, mawar, dan ranting zaitun mulai melambangkan kualitas-kualitas seperti kemurnian, kasih ilahi, dan perdamaian, serta tradisi yang lebih luas dalam mengintegrasikan simbol-simbol tersebut ke dalam doktrin dan seni keagamaan. Ketelitian para seniman dalam menentukan pilihan mencerminkan jalinan makna yang kaya, yang menyampaikan gagasan-gagasan teologis sehingga dapat dipahami baik oleh kaum terpelajar maupun mereka yang tidak berpendidikan.