The Love Affairs of an Old Maid” karya Lilian Bell adalah sebuah novel yang ditulis pada akhir abad ke-19. Cerita ini mengikuti seorang narator tanpa nama yang merenungkan hidupnya sebagai seorang wanita lajang, serta memaparkan pemikiran dan pengamatannya tentang cinta, hubungan asmara, dan harapan masyarakat terhadap perempuan. Melalui refleksi-refleksinya yang jujur dan penuh humor, narator tersebut memperkenalkan berbagai karakter dalam hidupnya, sekaligus menyoroti kerumitan serta sifat yang seringkali pahit-manis dari hubungan cinta dan persahabatan. Di awal novel, narator merenungkan momen ketika usianya genap tiga puluh tahun dan label “wanita lajang” yang melekat padanya, sambil mempertanyakan identitas dirinya sendiri. Ia juga mengulas secara cerdas pandangan masyarakat terhadap perempuan yang belum menikah, dan melalui serangkaian cerita pendek, ia memberikan gambaran tentang kehidupan cinta teman-temannya. Bab-bab pembuka novel ini telah menetapkan nada untuk eksplorasi berbagai hubungan romantis; narator menceritakan hasrat-hasratnya yang belum terpenuhi sekaligus mengamati hubungan-hubungan di sekitarnya, termasuk sebuah pernikahan yang penuh masalah dan berbagai dinamika dalam hubungan asmara.