“Agua de Nieve” karya Concha Espina adalah sebuah novel yang ditulis pada awal abad ke-20. Kisahnya memperkenalkan pembaca kepada Regina de Alcántara, seorang perempuan muda yang memulai perjalanan penuh penemuan diri dan kedalaman emosional, sembari menavigasi hubungan dengan keluarganya, khususnya saudara laki-lakinya yang sedang sakit, Daniel, serta sahabat kepercayaannya, Eugenia Barquín. Novel ini mengeksplorasi tema kehilangan, identitas, dan upaya meraih kebahagiaan dengan latar bentang alam yang kaya serta pergulatan pribadi. Pada awal novel, Regina tiba di Lazaretto San Simón setelah menempuh perjalanan dari luar negeri, dengan perasaan campur aduk antara kegembiraan dan kemurungan. Saat turun dari kapal, ia memperlihatkan keadaan emosional yang rumit—mengungkapkan kebahagiaan yang bercampur kesedihan ketika merenungkan hubungannya dengan tanah air dan kematian saudaranya yang baru-baru ini terjadi. Narasi berkembang melalui interaksi Regina dengan sesama pelancong, hubungan yang lembut namun tegang dengan saudaranya, serta penolakannya pada tahap awal terhadap tuntutan kedewasaan. Bab-bab pembuka menjadi landasan bagi konflik batin dan aspirasi Regina, ketika ia berusaha mendamaikan masa lalunya dengan harapannya akan masa depan.