“Marc. Aurel. Antoninus elmélkedései” karya Kaisar Romawi Marcus Aurelius adalah kumpulan meditasi Stoa yang ditulis pada abad ke-2 Masehi. Karya ini merupakan catatan pribadi berisi nasihat untuk diri sendiri yang mengeksplorasi cara hidup berbudi luhur melalui nalar, keadilan, pengendalian diri, dan penerimaan terhadap tatanan alam. Renungan-renungannya memadukan pengalaman kekaisaran dengan praktik Stoa, dengan menitikberatkan disiplin batin alih-alih ketenaran atau kekayaan. Bagian pembuka karya ini menyajikan sketsa biografis singkat tentang kehidupan dan peperangan Marcus, kemudian berlanjut ke Buku I, berupa katalog penuh rasa syukur tentang pelajaran yang diperoleh dari keluarga, guru, dan sahabat—dari Rusticus dan Apollonius hingga Sextus dan Fronto—disusul ucapan terima kasih kepada para dewa atas bimbingan dan keadaan yang diberikan. Buku II dimulai dengan petunjuk-petunjuk harian: bersiap menghadapi orang-orang yang sulit, membedakan tubuh, napas, dan akal yang berkuasa, menerima pemeliharaan ilahi, berpegang pada kewajiban saat ini, serta menghindari gangguan dan kesia-siaan. Bagian-bagian awal Buku III–IV menekankan pentingnya menggunakan pikiran dengan baik sebelum usia menumpulkannya, mencatat kefanaan bahkan tokoh-tokoh terbesar, menemukan keindahan dalam proses-proses alam, dan menganjurkan pengunduran diri ke “benteng batin” alih-alih mencari pelarian di luar diri. Di sepanjang karya, berbagai maksim menekankan kewajiban kosmopolitan, singkatnya hidup, ketidakpedulian terhadap pujian, dan kematian sebagai transformasi alami, dengan catatan-catatan sampingan yang menyebut latar di antara suku Quadi dan di Carnuntum.