“Calamities and Quarrels of Authors” karya Isaac Disraeli adalah sebuah kajian sastra yang ditulis pada awal abad ke-19. Karya ini mengulas kesengsaraan yang dihadapi para pengarang sepanjang sejarah, membahas perjuangan mereka melawan kemiskinan, kurangnya pengakuan, serta hubungan yang kerap penuh gejolak antara para penulis dan pelindung mereka. Disraeli tidak hanya menelaah tantangan dalam kepengarangan, tetapi juga merefleksikan konteks budaya dan sejarah yang lebih luas dari berbagai ikhtiar kesusastraan. Bagian pembuka teks ini berfungsi sebagai kata pengantar, yang menguraikan niat Disraeli untuk menelusuri beragam nasib naas para pengarang. Ia mengutip para penulis terdahulu dan merujuk pada keluh-kesah mereka mengenai beratnya menjadi seorang pengarang, seperti Pierius Valerianus dan Theophilus Spizelius. Melalui beragam contoh dan anekdot, sang penulis mengungkapkan sebuah kenyataan yang menyedihkan: terlepas dari kejeniusannya dan sumbangsihnya bagi masyarakat, banyak pengarang hidup dalam ketidaktenaran dan keputusasaan finansial, sering kali mempertanyakan nilai dari upaya mereka sendiri dalam dunia sastra. Pendahuluan ini membangun nada empati terhadap para tokoh sastra tersebut, sekaligus menyiratkan bahwa pergulatan mereka bersifat aktual sekaligus abadi, relevan bagi pembaca masa lalu maupun masa kini.