Monisme sebagai Jembatan Penghubung Antara Agama dan Ilmu Pengetahuan” karya Ernst Haeckel merupakan sebuah publikasi ilmiah yang ditulis pada akhir abad ke-19. Buku ini memuat ceramah yang disampaikan Haeckel pada tahun 1892, dengan tujuan merukunkan pandangan-pandangan yang sering kali bertentangan antara agama dan ilmu pengetahuan melalui perspektif monisme, sebuah pandangan filosofis yang menekankan kesatuan segala sesuatu. Haeckel menekankan pentingnya pemahaman ilmiah tentang alam sebagai suatu entitas yang terpadu, dan menjelaskan bagaimana pemahaman tersebut dapat memediasi kesenjangan antara pengetahuan empiris dan keyakinan spiritual. Dalam karya ini, Haeckel menguraikan pandangannya tentang monisme, membela konsep tersebut melawan kerangka pemikiran dualistik dan pluralistik yang umum ditemukan dalam filsafat agama tradisional. Ia berpendapat bahwa semua fenomena alam, termasuk kehidupan, kesadaran, dan moralitas, dapat dipahami melalui perspektif ilmiah yang bersifat unifikasi, yang menganggap umat manusia sebagai bagian dari sebuah proses kosmik yang tunggal. Buku ini juga membahas tentang evolusi biologis, hukum-hukum fisika seperti hukum kekekalan energi dan materi, serta mengusulkan pandangan panteistik terhadap keilahian yang sejalan dengan pemahaman ilmiah. Pada akhirnya, Haeckel menyatakan bahwa pendekatan monisme tidak hanya menghormati kerumitan alam, tetapi juga memberikan kerangka etika yang kuat yang dapat memupuk apresiasi yang lebih dalam terhadap baik ilmu pengetahuan maupun agama.