Parnaso Filipino” karya Eduardo Martín de la Cámara merupakan kumpulan puisi karya para penyair Filipina yang ditulis pada awal abad ke-20. Antologi ini menyoroti karya-karya penyair dari kepulauan Filipina yang mengungkapkan perasaan dan identitas mereka, terutama melalui bahasa Spanyol selama masa penjajahan Spanyol. Antologi ini juga memberikan konteks sejarah mengenai perkembangan sastra puisi Filipina serta membahas tema-tema nasionalisme dan identitas budaya. Di awal “Parnaso Filipino”, editor menyajikan sebuah prolog yang menjelaskan tantangan dan hambatan yang dihadapi para penyair Filipina selama masa pemerintahan Spanyol, termasuk masalah sensor dan hambatan bahasa. Editor menekankan bahwa meskipun puisi-puisi tersebut ditulis oleh penulis Filipina, sebagian besar ditulis dalam bahasa Spanyol, yang mencerminkan hubungan yang kompleks antara sastra Filipina dengan pengaruh kolonial. Beberapa penyair terkenal, seperti José Rizal dan Cecilio Apóstol, disebutkan karena kontribusi mereka yang signifikan bagi sastra Filipina. Prolog ini mempersiapkan pembaca untuk menyaksikan rangkaian ungkapan puisi yang penuh makna, yang mengangkat tema-tema patriotisme, kebebasan, dan pengalaman unik bangsa Filipina, sekaligus menunjukkan keragaman gaya dan suara yang terwakili dalam kumpulan ini.