“Three Years in Tibet” karya Ekai Kawaguchi adalah memoar perjalanan yang ditulis pada awal abad ke-20. Buku ini mengisahkan perjalanan penulis sebagai seorang biksu Jepang yang menjelajahi Tibet untuk mempelajari teks-teks Buddhis dan menyelami budaya Tibet. Petualangan Kawaguchi berlangsung dengan latar belakang tekadnya untuk menjembatani kesenjangan antara Buddhisme Jepang dan teks-teks asli yang ditemukan di Tibet. Bagian pembuka memoar ini memperkenalkan persiapan Ekai Kawaguchi untuk perjalanan beratnya ke Tibet, dengan merinci salam perpisahan penuh haru yang diterimanya dari teman-teman dan keluarganya di Jepang. Ia merenungkan janji-janji yang dibuat oleh para kenalannya untuk menghindari kebiasaan buruk seperti minum-minum dan memancing, yang dipandangnya sebagai bentuk niat baik yang berkaitan dengan perjalanannya. Narasi ini membangun suasana pengabdian dan pencarian spiritual ketika ia meninggalkan Jepang, menyoroti berbagai tantangan yang telah diantisipasinya, termasuk sifat Tibet yang tertutup dan hambatan bahasa yang harus diatasinya. Keteguhan hatinya tampak jelas saat ia berinteraksi dengan berbagai tokoh dalam perjalanan dan mengungkapkan keinginannya untuk belajar serta memperdalam pemahamannya tentang Buddhisme melalui perjalanan yang terbentang di hadapannya.