“The Bakhtyār Nāma: A Persian Romance” karya William Ouseley dan W. A. Clouston adalah kumpulan kisah romantis Persia yang ditulis pada akhir abad ke-19, khususnya ditujukan bagi pembaca Inggris. Karya fiksi yang memikat ini memperkenalkan pembaca pada kisah Bakhtyār, seorang pemuda berdarah bangsawan yang dibesarkan oleh para perampok, yang menghadapi tuduhan palsu dan berusaha membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah sembari mengarungi intrik kehidupan istana kerajaan. Narasinya dengan rumit merangkai tema takdir, kesetiaan, dan pencarian keadilan di tengah perkembangan karakter serta tantangan yang memikat. Pembukaan “The Bakhtyār Nāma” menyiapkan panggung bagi kisah dramatis tentang kerajaan dan pengkhianatan. Kisah ini dimulai dengan latar belakang Raja Āzādbakht, yang terpaksa melarikan diri dari kerajaannya bersama permaisuri yang sedang mengandung karena seorang perebut takhta, dan akhirnya meninggalkan putra mereka yang baru lahir di sebuah sumur di padang pasir. Anak itu diangkat oleh sekelompok perampok dan tumbuh menjadi pemuda tangguh bernama Bakhtyār. Setelah Bakhtyār membuktikan keberaniannya dan akhirnya ditempatkan dalam posisi kepercayaan di istana kerajaan, ia menjadi sasaran para wazir yang cemburu dan merencanakan kejatuhannya. Sejak awal, narasi ini membangun ketegangan ketika Bakhtyār menghadapi tuduhan berat, yang mendorongnya ke dalam serangkaian tantangan yang menyingkap pemahaman lebih mendalam tentang kehormatan, penipuan, serta cobaan takdir dan keberuntungan.