“Blanche et Bleue ou les deux couleuvres-fées, roman chinois” karya Stanislas Julien adalah sebuah novel yang ditulis pada awal abad ke-19. Karya ini merupakan terjemahan dari sebuah dongeng Tiongkok yang mengangkat tema kebajikan, penderitaan, dan takdir melalui kehidupan ular-ular ajaib yang terjalin dengan tokoh-tokoh manusia. Cerita ini terutama berpusat pada tokoh-tokoh utama, Blanche dan Bleue, yang merupakan fées, atau peri, dengan latar belakang yang sangat kaya dan secara khusus berkaitan dengan perubahan wujud serta hubungan mereka dengan manusia. Pada awal novel, kita diperkenalkan kepada Hân-wen, seorang pemuda yang telah kehilangan orang tuanya dan dirawat oleh kakak perempuannya. Narasi segera menjalin takdirnya dengan takdir dua ular ajaib, Blanche dan Bleue, yang selama berabad-abad telah mengabdikan diri untuk mengembangkan kebajikan. Saat Hân-wen menjalani kehidupannya, ia bertemu dengan kedua roh tersebut yang menyamar sebagai perempuan cantik di danau Si-hou yang indah, sehingga memicu serangkaian peristiwa yang menghubungkan takdir mereka. Bagian pembuka mengungkapkan tumbuhnya percintaan dan mengisyaratkan tantangan serta ujian magis yang harus mereka hadapi bersama, mempersiapkan kisah yang kaya akan fantasi dan pelajaran moral.